Chapter 23: Pacaran

1425 Kata

Bukan hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati, kamu juga. Karam dan Badai berdiam diri di depan gedung Fakultas Ekonomi. Keduanya baru saja menyelesaikan rapat dadakan mengenai penelitian. Biasanya Karam akan langsung mengoceh atau setidaknya mencari segala cara untuk mendapatkan keuntungan dari Badai. Namun kali ini Karam mendadak menjadi pendiam, bahkan seolah mereka tidak pernah dekat sebelumnya. Mendadak hubungan mereka seperti siang dan malam, setelah sebelumnya seperti bulan dan bintang. "Badai, gue cabut dulu ya!" Karam nampak tergesa dan gelisah. Memunculkan kecurigaan bagi Badai yang terbiasa menjadikan perempuan itu sebagai obyek pengamatan. Ia dengan refleks mencekal tangan Karam yang hendak pergi. "Kemana?" Badai tak memikirkan pertanyaan lain. Telapak tangan besarnya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN