PART 161 - KRITIS

1041 Kata

Dimas menaiki anak tangga satu persatu. Pikirannya melayang pada sebuah kado. "Kado? Kado apaan ya? Tumben banget si Glenn ngasih kado." Dimas pun sampai di depan pintu yang tertempel poster Metallica. Band rock kesukaannya. Cklek..! Dimas membuka pintu, dan menyalakan saklar lampu di dinding sebelah pintu. "Capek banget hari ini," ujar Glenn menepuk-nepuk leher belakangnya yang terasa linu. Glenn menutup pintu, dan berjalan menuju meja belajar. Sebuah bingkisan kado yang bergambar Minion menarik perhatiannya, "Lucu amat si Glenn." "Ngasih kado gambarnya Minion." Dimas memundurkan kursi, dan duduk di sana. Menatap sebuah kado misterius sore ini. "Kenapa tu anak? Ga ada angin, ga ada hujan tumben-tumbenan ngasih kado. Biasanya boro-boro," Dimas terkekeh, "Pas ulang tahun ga ngasih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN