"Seorang pria?" Mario mengerutkan alisnya, menatap layar komputer lekat-lekat. "Zoom lagi pak," titah Mario penasaran pada seorang pria yang memakai jaket hitam. "Oke," petugas customer service menekan zoom berulang kali. Setelah sepuluh kali zoom kini Mario tahu siapa dalangnya. "Daniel!" gumam Mario pelan. ***** "Biar gue yang cari Sena. Lu terima kabar baik aja." "Gue ga bisa santai gitu aja Mar. Sena butuh gue. Sena dalam bahaya," ucap Dion yang berpikiran bahwa Sena diculik. "Percayakan ini sama gue, Yon. Lu tolong selesain urusan di kampus aja." "Urusan apa?!" "Glenn dan Dimas bertengkar hebat di lapangan. Kalau lu ga misahin mereka- bisa terjadi pertumpahan …" Mario menarik nafas dalam-dalam, lalu melanjutkan kata-katanya kembali, "Darah." ***** Dua insan yang bersaha

