"Sena," panggil Glenn ragu-ragu. "Kok ga ada yang nyahut? Pada kemana?" "Apa jangan-jangan-" seketika pikiran buruk bergelayut di otak Glenn. "Ada yang ga beres ." Glenn pun menerobos masuk, dengan perasaan panik. Tapi saat ia masuk, ia tak menemukan apapun. "Dion!" "Sena!" Tak ada sahutan. Glenn menatap ruang tamu yang begitu berantakan. Ia pun berlari menuju kamar Dion. "Dion!" Saat Glenn membuka pintu kamar Dion, terlihat kosong, barang-barang Dion berantakan. Bantal, guling, jatuh berserakan di lantai. Bingkai foto juga pecah, menyisakan puing-puing foto yang habis dibakar. "Sen." "Yon." "Kalian dimana?!" Glenn pun berlari menuju dapur, tempat itu juga sama berantakannya. Bahan-bahan yang tadinya Sena ingin masak, masih berada di posisi yang sama. Hanya saja, ponsel ya

