"Aduuh apaan si, jangan geret-geret gue napa. Emangnya gue kambing apa," Protes Sherly saat digeret oleh Bemby dari parkiran sampai koridor. Tentu saja perlakuan itu, menarik perhatian para penghuni kampus. "Gue ga mau ya diomelin Om Fero kalau tau lu ga kuliah." "Lah? Lu ngomong ke bokap gue, gue di apartemen lu?" "Kaga." "Terus?" jawab Sherly mengikuti langkah kaki Bemby menuju ke suatu tempat, entah kemana. Kampus ini bagus, tapi ekspetasi Sherly untuk menyukai kampus ini hilang begitu saja setelah melihat fakta bahwa Dion juga kuliah di kampus ini. Sumpah, Sherly tidak suka. Tidak suka banget. Tidak suka kenapa ia harus bertemu Dion karena paksaan. Kalau bukan karena paksaan, mungkin saja Sherly bisa tertarik. Apalagi Dion kategori pria langka yang punya semuanya. Kalau kata p

