"Aw panas panas," ringis Sena saat tak sengaja air yang baru saja mendidih tumpah mengenai kulitnya. Begini rasanya jika tidak diperbolehkan ke dapur. Tangan Sena bahkan tidak piawai menyentuh barang-barang dapur. Sena berjalan menuju meja makan, membawa sebuah panci yang berisi air panas. Lalu menuangkannya pada gelas yang sudah terisi bubuk s**u. Hari ini, ia akan menyiapkan sarapan untuk Dion. Jika bertanya kemana Dion, Dion masih tertidur pulas. Biasanya jam segini Dion bangun lebih awal. Menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, dan lain-lain. Sekarang gantian. Sena menuangkan air panas ke dalam gelas. Sesekali air panasnya tumpah ke meja makan dan mengenai tangannya, karena Sena tidak pas memposisikan panci dengan gelas. "Aw aw," ringis Sena pedih. Tapi ia tetap melanjutkannya.

