Setelah beberapa menit Sena menunggu di luar, akhirnya ada yang terlihat keluar dari klub. Mata Sena menyipit menatap dari jauh, namun sedetik kemudian ia baru menyadari. "Dion?" Sena menjerit panik, melihat Dion dipapah oleh Mario dan satu orang yang Sena tidak kenal. Orang itu adalah sang bartender. "Dion," Sena berlari menghampiri mereka. "Dion, Dion kenapa?" jerit Sena panik, menatap Dion terlihat seperti sadar-tidak sadar. Mata Dion terpejam, namun mulutnya terus meracau. "Sena …" ujar Dion memanggil nama Sena berulang-kali. "Dion, Sena disini …" ucap Sena lirih. "Tolong bawa ke mobil," ucap Mario mengarahkan sang bartender, menuju mobil Dion. Sang bartender mengangguk. Mereka pun memapah Dion menuju mobil. Dengan terburu-buru Mario membuka pintu belakang lebar-lebar. Dan m

