Part 207 - telah direvisi, bisa dibaca sebelumnya. Dimana ayah Dion muncul, dan Sena sadar dari siuman-nya. "Buang saja obat itu bik." Bik Sari menghela panjang, kemudian meletakan tabung obat itu di atas meja. "Den Daniel harus rutin minum obat. Supaya mentalnya ga kambuh," ucap Bik Sari lembut. Ia menatap sosok Daniel yang sekarang berbeda. Tidak seperti Daniel yang dulu. Semburat senyuman yang biasa terhias di bibir Daniel, sekarang layu. Tak ada lagi wajah sumringah yang memancarkan kehangatan di rumah. Sepeninggal Davina, Daniel lebih sering murung. Dan tertutup. Bik Sari begitu khawatir. Lebih dari 20 tahun bik Sari bekerja di sini. Tak pernah sekalipun Daniel bersedih kecuali karena Davina. Bahkan Chika sekalipun tak dapat menggantikan posisi Davina di hati Daniel. "Kalau

