"Sena," Mario menerobos masuk, tak peduli pada Daniel yang berusaha menghentikannya. "Gue bilang ga ada." "Sena ada disini," ucap Mario kekeuh, ia tak gentar melawan Daniel yang berusaha menghalangi jalannya. Daniel berusaha mencegah Mario, namun gagal. Mario mendorongnya hingga terhuyung beberapa langkah. "Sena." Mario berlari ke arah gorden hijau yang menutupi bangsal Davina, kemudian menggesernya. Srett..! "Sena." "Davina!" ucap Daniel berhenti di sebelah Mario. Mereka tiba-tiba termangu. Menatap Sena yang telah membuka mata. "Davina?" ucap Daniel terkejut. Sena menoleh lemah, menatap mereka dengan pandangan kosong. "Kamu udah sadar, Dav?" "Sen, ini aku Mario," ucap Mario cemas. Apakah ini pertanda bahwa ingatan Sena telah kembali. Kenapa Sena tak merespon namanya. "

