PART 206 - YANG SEBENARNYA

1038 Kata

Dimas menyandarkan punggungnya di dinding. Menghilangkan rasa lelahnya. Ia penat sekarang, menghadapi huru-hara yang terjadi hari ini. Ini baru hari ini, belum esok, dan seterusnya. Selama ia masih terikat kontrak, ia tak bisa berkutik apapun selain mengikuti arahan Chika. Setelah dari UKS, Dimas memutuskan bersantai di atas atap. Membuang lelahnya di bawah semilir angin. Terpaan angin sepoi-sepoi membuat poninya sedikit beterbangan. Dimas memejamkan mata, merasakan kenikmatan hakiki. Andai saja suasana hatinya sedang baik, pasti rasanya menyenangkan. Tapi sayangnya, setiap kali ia bersantai, hatinya selalu berantakan. Dan dikejar-kejar dosa. Pikirannya selalu teringat pada dosa yang ia lakukan pada Glenn dan keluarganya. Tuduhan Glenn padanya itu benar. Ia yang membuat ayah Gl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN