Seperti biasa Dion menyiapkan sarapan untuk gadisnya. Tapi kali ini tidak ada nasi goreng kesukaan Sena. Mungkin gadis itu akan sedikit kecewa, Dion tidak memasak makanan kesukaannya. Tapi mengingat kondisi Sena masih dalam tahap pengobatan, Dion memutuskan masak bubur ayam. Dion juga memutuskan cuti dulu beberapa hari untuk menjaga Sena sampai Sena kembali normal. Dion meletakan semangkuk bubur di atas meja. Kemudian memasukan suwiran ayam di atasnya dan juga kecap manis. Setelah buburnya dibumbui dengan kecap asin dan juga kaldu. Dion meletakan mangkuk bubur di atas nampan kemudian membawanya menuju kamar Sena. Tok tok tok. Dion mengetuk pintu kamar. "Sen, aku boleh masuk?" "Boleh. Masuk aja." Dion tersenyum tipis. Sebenarnya tanpa perlu diketuk, tentu saja Dion boleh masuk.

