PART 163 - JANGAN-JANGAN

1022 Kata

Dion melangkahkan kaki di sepanjang koridor. Raut wajahnya sedikit pucat, tidak berseri seperti biasa, namun tak mengurangi kadar ketampanannya. Cekungan hitam tercetak jelas di kelopak mata Dion, menunjukan Dion lelah dan kurang tidur akhir-akhir ini. Tugas semakin berat dan menumpuk menjelang akhir semester akhir, dan juga ia menjaga Sena sampai pagi di ruang tunggu. Karena ia tidak diizinkan sementara waktu tidur di ruang UGD saat Sena kritis. Alhasil Dion hanya menunggu di luar, ditemani Mario yang sudah tepar di jam 2 pagi. Kalau bertanya kemana Mira, wanita itu diantar Mario pulang saat jam 10. Dion melewati waktu tidurnya, memastikan Sena baik-baik saja. Lagipula ia tidak bosan kok menunggu Sena. Dion menjaga gadisnya sekaligus menyusun skripsi. "Ya ampun kak Dion." "Kak Dion

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN