"Dion bacain Sena dongeng Putri Duyung." Dion yang sedang mengetik skripsinya menoleh, "Aku lagi ngerjain skripsi, Sen." Sena menunduk, memeluk buku favoritnya, "Sena ga bisa tidur." Dion menelan ludah, lalu menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal. "Putri duyung ya? Emm …" "Dion ayo bacain … Sena penasaran sama kisah terakhirnya Putri duyung dan pangeran. Kan cita-cita Sena pengen jadi Putri duyung, terus mau jadi mariposa juga. Pokoknya apapun yang ada pangerannya, itu cita-cita Sena, hehehe," ucap Sena menyengir senang. "Kan pangeran Sena, Dion- jadi apapun ceritanya harus ada pangeran." Dion berpikir sebentar, kemudian tersenyum tipis, "Oke sekarang mana bukunya?" "Nih," ucap Sena menyodorkan buku kesukaannya. "Oke, sekarang kamu balik badan dan tutup mata." "Loh kenapa?" "

