"Kamu gapapa tinggal sendirian?" "Gapapa kok. Kan Sena udah biasa sendiri." Benar. Sena sudah biasa sendiri. Sena yang sekarang, bukan seperti Sena yang dulu. Sena yang selalu bergantung kepadanya, kemanapun Dion pergi. Sekarang Sena lebih mandiri. Bahkan ditinggal sendirian di rumah pun seharusnya tidak masalah. Tapi entah mengapa, Dion terlalu khawatir. "Beneran?" tanya Dion ragu-ragu. "Beneran." "Aku telepon Mira ya. Biar nanti siang dia kesini." "Gapapa Dion … Sena ga takut kok." "Beneran?" tanya Dion sedikit tidak yakin. "Iya beneran. Kan Dion biasa ninggalin Sena kalau lagi kuliah." "Emm iya sih … yaudah kalau gitu, hati-hati di rumah ya. Jangan bukain pintu pada siapapun, kecuali Mira, Mario, dan mama." Sena mengangguk, "Iya." "Oke," Dion mengecup kening Sena sekilas, "

