"Gue harap Sena masih baik-baik aja." Glenn menatap ponselnya penuh harap. Sekarang siapa mengkhianati siapa. Ia yang mengkhianati Dion, atau ia yang mengkhianati Chika. Atau mungkin keduanya. Glenn menurunkan ponselnya dan menyelipkannya di balik hoodie. Lalu mengeluarkan amplop tebal yang dibungkus dengan kertas kado. "Kalo gue balikin ini, impas kan? Ga ada kata berkhianat lagi." Glenn akan mengembalikan semuanya. Glenn berhenti di depan pagar putih, lalu menekan bel. Tak selang berapa lama, pagar terbuka menampilkan sesosok ibu paruh baya berdaster. "Nak, Glenn …" ibu itu tersenyum lebar, memperlihatkan kerutan halus di wajahnya. Glenn tersenyum, "Bu …" "Mau cari Dimas ya, Dimas dari tadi keluar." "Oh, engga kok," Glenn menggeleng, "Glenn cuma mau kasih ini." Glenn menyodo

