Setelah puas mendapat gombalan dari apoteker yuda dan reihan berjalan menuju parkiran dengan kantung obat di tangan mereka, tempat tujuan mereka saat ini adalah rumah Leo.
"gila banyak bener nih obat..."ucap Reihan sambil mengangkat kantung obat di tangannya
"eh eh si Zara noh si Zara"ucap yudha kemudian segera mempercepat langkahanya menghampiri zara yang akan memasuki are kampus.
"Ra ra tunggu" ucap yuda membuat Zara menghentikkan langkahnya.
Zara berbalik sambil memasukan ponsel kedalam tasnya.
"loh kalian tumben berdua nyariin leo ya...aku belum liat juga sih dari tadi" ucap Zara saat Reihan dan Yuda sudah ada di depannya.
"iishhh kita kagak nyariin anak monyet...dia lagi sakit..."ucap Reihan
"Monyet kalian sakit...astaga harusnya dibawa kedokter dong...takutnya nanti sakitnya makin parah...apa lagi kalau bisa nular"
"maka dari itu kita beliin ini obat"jawab yuda sambil manaikan kantung obat di tangannya
"sukur deh...kalian bertindak cepat"
"tapi kita mau minta tolong lo"
"loh kok aku"
"gue harus nganteri si Reihan ra...kasian dia abis di tolak sama apoteker kampus kita, takutnya dia kalap terus bunuh diri jadi jaga jaga gue harus nenangin dia."jawab Yudha ngasal mencari alasan.
"Loh di anter kemana orang yang patah hati.,?"tanya zara
"ke dukun ra mau minta ajian jaran goyang."jawab Yuda
"astagfirulloh gak baik ah Rei mending kamu sholat gih minta sama Allah dikasih jodoh yang lebih baik"jawab Zara dengan tampang serius
"iya ra gue bakalan nurut nasehat lo...tapi gue emang lagi butuh yudha sekrang jadi lo bisa nganterin nih obat"ucap reihan dengan eksfresi di buat sesedih mungkin sambil memegang dadanya yang seperti patah Hati.
"tapi aku harus bawa obatnya kemana..monyetnya di rumah kalian.,?"
"enggak dia dirumahnya sendiri"
"kebun binatang..,?"tanya polos Zara
"enggak segitunya juga kali ra..dia masih tinggal di rumah biasa kok, nanti gue kirim alamatnya"
"monyetnya tinggal sendiri..,"
"abis sama siapa lagi ra...monyet yang satunya kan ini lagi patah hati sama gue."jawab yudha sambil menarik bahu Reihan membuat zara diam mematung mencoba mencerna ucapan yuda
"ra jangan bilang lo berfikir kita beneran nyuruh lo kasih ke monyet beneran"tebak Reihan yang melihat kebingungan terpatri di wajah polos Zara.
"iya...emangnya salah ya"jawab polos zara membuat reihan dan yudha mengusap wajah kasarnya,berbicara sama Zara memang harus ada kesabaran extra, pantesan Leo kadang terlihat lelah saat setalah bertemu Zara ternyata Leo harus menguras kesabaran saat berbicara dengan Zara.
"jadi...."tanya Zara menagih penjelasan kepada mereka berdua
"Si leo yang sakit..."jawab Reihan
"Leo sakit, sakit apa.?kenapa gak bilang dari tadi...."
"kita kan udah jelasin dari tadi Ra.."
"ya kalian bilangnya kan monyet kalian yang sakit bukan leo, ya udah deh mana alamatnya aku anterin" ucap zara..
30 menit kemudian
Ting tong ting tong
Tidur leo terganggu saat bel pintu rumahnya terus berbunyi....mencoba mendudukan dirinya dan melangkah menuju pintu
Ceklek
Leo sedikit tersentak saat melihat orang yang berada di depannya kemudian hendak menutup pintu kembali sebelum sebelah kaki menahannya....
"Leo kakek ingin bicara.!"ucap william yang membuat kepala leo semakin berdenyut keras atas kedatangannya.Leo sudah menabak tujuan apa kakeknya datang menemuinya.
"gue lagi gak ingin bicara apapun"
"leo jaga biacaramu"sentak william
"cepetan deh mau ngomong apa..,?"tanya leo malas mengabaikan tatapan tidak suka dari kakeknya itu.
"besok datang kerapat direksi perusahaan kita...."ucap william membuat Leo akhirnya menatap kearah william sang kakek
"untuk apa gue dateng...bukannya kakek sudah punya cucu kesayangn"
"tapi kamu juga cucu kakek"
"gue gak merasa masih jadi cucu dari seorang Atmajaya"
"leo....."
"kalau kakek hanya datang untuk nyuruh gue pergi kerapat konyol itu kakek gagal...karena gue gak minat sedikit pun."ucap leo setelah itu benar benar menutup pintunya dan berjalan kearah sofa langsung menjatuhkan dirinya menutup matanya menahan sakit dikepala dan hatinya, setiap kali kakeknya datang membuatnya semakin merasajan sakit.
Pengabaian kakeknya atas kematian ibunya membuat Leo tidak terima di tambah dengan kedatangn Rendi dalam keluarganya yang di sambut oleh William membuat Leo tidak terima dan akhirnya membuat hubungan dirinya dan juga kakeknya menjadi seperti sekarang ini.
Dengan mudahnya William menerima Rendi kedalam Rumah Atmajaya saat kedua orang tuanya baru saja meninggal, di tambah fakta bahwa Rendi adalah saudara se ayah nya membuat Leo semakin tidak terima dengan kehadirannya itu, menambah kebencian kepada Kakeknya dan saudaranya itu,
Memikirkan Zara saja membuat kepalanya serasa akan pecah di tambah dengan kedatangan William membuat Leo meremas Rambutnya dengan keras berharap rasa sakit itu hilang seketika.
Namun tidak lama bel pintu kembali berbunyi membuat leo geram dan membiarkannya....
Namun entah apa yang di pikirkan kakek tua itu dia terus menekan bel tanpa henti membuat leo jengah dan akhirnya berjalan cepat ke arah pintu dan membukannya
"apa lagi...?"sentak leo
"katanya leo sakit.,?"tanya Zara sedikit terkejut dengan sentakan yang Leo layangkan padanya.
Sedangkan Leo mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memasatikan sosok Zara di hadapannya Nyata.
"ngapain lo kesini..?"ketus leo padahal hatinya sangat senang melihat zara menemuinya
"aku tadi di suruh yuda sama reihan nganterin obat buat kamu" jawab zara sambil mengangkat kantung obat dan langsung di ambil kasar oleh leo
Brak
Setelah itu menutup pintu kembali membiarkan zara yang terdiam mematung di depan pintu...
"aku rasa yudha sama reihan salah deh...buktinya dia masih bisa marah marah berarti masih sehat dong."gerutu zara kemudian membalikan badannya untuk pergi
Namun sedetik kemudian zara merasa tercekik saat kerah kemejanya ditarik oleh leo...
"mau kemana lo..masuk.!!" ucap leo sambil terus menarik Zara masuk kedalam Rumahnga
"eh eh...leo lepas deh aku bisa jalan sendiri jangan ditarik sakit"rengek Zara dan akhirnya leo melepaskan tarikannya...
"Leo kasar deh..."ucap zara sambil membetulkan kerah kemejanya yang sudah di buat berantakan olehnnya
Leo tersadar akan penampilan zara yang sedikit berbeda, leo tidak lagi melihat rok lipit yang biasa zara kenakan dan baju kebesarannya.
"kenapa sama penampilan lo .,?"tanya Leo sambil memperhatikan baju yang saat ini Zara kenakan.
"hah aku...emangnya kenapa..,?"tanya Zara
"kemana rok kampungan lo.,?"ketus leo
"oh rok aku...emangnya kenapa..aku gak pantesya pake celana jeans ini" ucap zara sambil melihat dirinya sendiri yang memenag terlihat jauh berbeda.
"gue tanya rok lo kemana..,?"
"tadi enggak sengaja ketumpahan makanan jadi Rendi beliin aku ini dari pada aku pake rok kotor kan.."
"ganti...."
"apanya.,?"tanya zara heran
"mending lo pakai rok kotor lo itu dari pada celana itu....!"
"emangnya kenapa.,?"
"lo gak pantes pake celana gituan, lo pantesnya pake rok kampungan lo itu udah cepet ganti jangan bikin mata gue sakit"
"ya udah kalau aku bikin mata leo sakit aku pergi aja."ucap Zara sambil membalikan badannya namun tangan leo langsung menghadangnya
"lo tetep disini...kalau lo pergi hati gue yang sakit."
___________________________
___________
•