Innocence 18

1046 Kata
WARNING: JOMBLO HARAP MENJAUH.. "Makin liar aja tuh anak monyet tiap hari"gumam Yudha sambil melihat Leo yang berada didepannya "Gue rasa si bos bener bener butuh bantuan kita"lanjut yuda kembali sambil melirik ke arah Reihan yang juga tengah memperhatikan sahabatnya itu. Lagi, mereka berada di salah satu club dengan Leo yang tengah asik bergoyang mengikuti irama dentuman music dj di apit oleh beberapa wanita, satu wanita dengan lincah terus meraptkan dirinya Pada leo sedangan dua wanita lainnya ada yang terus menggerayangi d**a bidang leo dan satunya menciumi leher leo.... "kalau si bos yang mabok langung di kerubuti cewe cewe nah lo yang mabok laler pun ogah deket deket sama lo" ucap reihan sambil tergelak dan langsung mendapatkan tatapan membunuh yudha. "lo kira gue kagak bisa kayak si bos...gue bisa aja cuman gue mah kagak sombong harus pamer pamer kaya tuh tai...sok sok an mabok segala padahal mah kamuplase aja dia tuh...biar kagak kelihatan galau sama si zara...."ucap yudha yang memang sudah menduga gara gara siapa sahabatnya itu sampai kalap seperti ini kalau bukan sama Zara. "heh...gimana kalau kita bawa si Zara kemari....,!"usul Reihan membuat yuda ikut mempertimbangkan usulannya.. Membawa Zara ke tempat seperti ini apa gk bakalan mengundang masalah baru pikir Yudha, Kembali pada leo yang masih asik dengan teman wanitanya namun beberapa saat kemudian "minggir kalian...dia milik gue"ucap wanita lain yang baru saja datang dan langsung mengusir ketiga penari wanita itu...pergi tanpa bantahan... Wanita dengan pakaian minim itu meletakan tangan Leo pada pinggangnya dan mulai meliuk liukan badannya mencoba menggoda leo "Damn...you're so hot" bisik wanita itu tepat ditelinga leo kemudian mulai mencumbu telinga dan leher leo...membuat gairah leo semakin meningkat.... Leo menarik rambut wanita itu untuk menjauh dari wajahnya dan menatapnya tajam... "jangan sentuh gue"desis Leo membuat si wanita sedikit tersentak takut "lo cukup diam"lanjut leo kemudian setelahnya menarik kembali tengkuk si wanita dan melumat bibirnya dengan kasar...si wanita mengalungkan tangannya pada leher Leo mencoba mengimbangi permainan leo... "Gue sayang lo ra"racau leo di sela sela ciuman mereka Si wanita menjambak rambut leo karena permainan leo yang semakin panas, mengabaikan semua Racauan yang keluar dari mulutnya yang terkadang membuat si wanita merasaka geram, kenapa harus cewek kayak Zara yang berada di Hati Leo, pikir si wanita yang kemudian membuang jauh jauh rasa kesalnya yang dia pikirkan saat ini adalah yang terpenting Leo berada di hadapannya dan mencumbunya dengan panas. Esoknya... Leo kembali bangun dengan kepala berdenyut...namun kali ini terasa sangat kuat....leo juga merasakan suhu tubuhnya yang panas...leo tau bahwa dia sedang tidak dalam keadaan baik baik saja....beberapa hari ini dia sudah terlalu sering mabuk mabukan dan ini lah akibatnya sekrang... Leo mencoba mencari ponselnya untuk menghubungi kedua sahabatnya "hallo" "t*i dimana lo....semalam lo kemana main ngilang aja" ucapan yuda membuat Leo sediki berfikir sambil memijat pangkal hidungnya..mencoba mengingat kejadian semalam namun nihil...dia hanya sadar dan sudah terbangun di rumahnya sendiri...Leo berfikir Yudha dan Reihan yang membawanya pulang seperti malam malam sebelumnya...namun leo tidak ambil pusing dan melupakan entah siapanyang sudah berbaik hati mengantarkannya semalam. "beliin gue obat di apotek....cepet gak pake lama" ucap leo kemudian melemparkan ponselnya ke sebelahnya dan kembali membaringkan tubuhnya mencoba kembali terlelap namun bayang bayang Zara terus terlitas di fikirannya saat dia tersenyum dan bertingkah polos membuatnya gemas bahkan saat mabukpun hanya zara yang terus dia fikirkan. Leo menghembuskan nafas kasarnya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya sendiri **** "dasar nih tai..kagak punya sopan santun langsung main tutup aja."gerutu Yuda saat dengan tiba tiba Leo memutuskan panggilan telponnya "kenapa dia....,?"tanya Reihan "si bos atit, minta di beliin obat"jawab Yudha "bisa sakit juga tuh t*i gue kira kebal dia" "udah lah kita beli obat dulu...takut mati dia nanti"ajak yudha sambil menarik reihan Merekapun pergi ke apotek yang masih berada di dalam lingkungan kampus "cari obat apa mas..,?"tanya Apoteker jaga sambil tersenyum ramah menyambut  kedatangan Yudha dan Reihan. "mbak beli obat penghilang rasa sakit karena patah hati tanpa efek samping  ada" ucap Reihan membuat si Apoteker mengulum senyumnya "maaf mas...enggak ada" "nah terus hati saya gimana dong nanti jadinya kalau kamu tolak."jawab Reihan yang kini membuat si Apoteker memerah karena rayuan Gombal ala ala Reihan. "anjinggg bacot lo...minggir."ketus Yudha sambil menarik Reihan agar menjauh, Yudha Rasa Reihan kurang sarapan pagi ini. "maaf ya mbak temen saya emang belum minum obat hari ini...jadi gila nya kambuh"ucap yudha membuat si apoteker lagi lagi mengulum senyumnya mendengar ucapan Yuda. "mbak saya beli obat....."ucapan yudha menggantung saat dirinya bingung harus membeli obat apa untuk Leo, kemudian yudha berbalik menatap reihan "kira kira si bos sakit apa yak..,?"tanya yudha "nah lo tadi di suruhnya beli obat naon..,?" "kagak bilang tuh tai.."jawab yudha kemudian kembali berbalik menatap mbak apoteker "mbak beli obat yang ada disini aja deh" ucap yudha asal membuat si apoteker kebingungan "semua mas.!"tanya apoteker "obat yang mbak suka aja deh...mbak suka obat apa.?"tanya yudha ngasal karena bingung hars membelikan Leo obat apa, mereka juga enggak tahu Leo saki apa. "maaf mas saya gak suka obat"jawab apoteker "terus mbak sukanya apa..,?" "saya sukanya mas." "anjirrrrrrrr gila gila parah...mbak mbak kok gak adil sih...yang gombalin mbak duluan kan saya kenapa mbak sukanya sama noh anak monyet" protes Reihan membuat mbak apoteker tersenyum menanggapi kekonyolan tingkah mereka di dalam apoteker, untung yang beli sepi pikir si apoteker "maaf mas saya bercanda kok..." "serius juga gak papa mbak...saya seneng kok di gombalin  mbak mbak"ucap yudha dengan senyum manisnya dia layangkan pada se sembak. "jadi mas maunya beli obat apa..,"tanya apoteker "obat demam..batuk, pilek mencret, gatel gatel sama panuan...semuanya aja mbak...saya gak tau temen saya sakit apa.,"jawab yudha memilih obat random yang dia tahu. Kemudian apoteker berlalu dan mengambilkan beberapa obat yang diminta oleh yuda, "mbak obatnya semuanya tablet..,?"tanya reihan "iya mas" "gak ada yang sirup.?" "yang sirup buat anak anak mas" "tapi yang tablet ada rasanya kan"tanya reihan lagi "ada mas" "rasa apa.?"tanya reihan "Rasa yang masih ada mas"jawab apoteker "eeeeeaaaaaa akhirnya gue di gombalin juga sama si mbak...saya bakalan sering sakit deh mbak biar bisa beli obat kesini terus"ucap reihan "loh gak harus sakit kok mas...disini juga kan ada vitamin jadi gak musti harus sakit dulu"jawab apoteker "vitamin apa emang mbak" "vitamin penambah rasa sayang..." "anjjirrrrrrrr parah parah mbak kita ke kua sekrang yuk...saya udah mentok deh sama mbak...." ucap reihan dengan wajah memerahnya berhasil di gombalin si apoteker ___________________ ______ •
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN