Innocence 17

959 Kata
"loh Leo....leo masuk kelas...." "memangnya kenapa kalau gue masuk..." potong leo kemudian tangannya terangkat dan mengelus rambut orin membuat seisi ruangan kembali heboh tadi saja saat leo hanya berdiam diri dan hanya duduk di sebelah orin semua sudah cukup syok apalagi sekarang leo dengan terang terangan membelai rambut orin membuat seisi kelas semakin heboh "maksud aku...leo masuk kelas tapi kenapa kesini...ini kan bukan kelas leo.?"jawab Zara polos membuat leo menghentikan gerakan tangannya sedangkan yudha dan Reihan sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak pecah "memangnya kenapa kalau ini bukan kelas gue hah"sentak leo "harusnya leo...." "Ara...."panggilan seseorang membuat zara menghentikan ucapannya dan berbalik "loh rendi kenapa masuk..,?"tanya zara sambil menatap rendi dengan khawatir dan itu disadari leo "aku udah baikan" "tapi luka luka kamu masih belum sembuh...harusnya izin buat dua hari kedepan, kan lagi sakit" ucap zara "aku udah mendingan kok ra..berkat kamu yang udah jagain aku seharian kemaren..makasih ya"ucap rendi sambil menatap kearah leo yang tengah menguatkan rahangnya... "sama sama ren"jawab zara "ya udah yuk duduk" ucap rendi sambil menarik tangan zara dan duduk di kursi paling depan tempat biasa zara duduk...rendi sengaja merapatkan kursinya dengan kursi zara dan sesekali menggoda zara membuat zara merona dan semua itu tidak lepas dari mata leo...tangan leo mengepal kuat...niatnya dia yang akan memanas manasi zara malah dia sendiri yang terbakar...sialan batin leo "nyet gue udah bisa baca situasi si bos sekarang"gumam yudha sambil melihat cinta segitiga dihadapannya "gue juga sama nyet"jawab reihan "jadi siapa yang harus kita bakar...si bos apa si zara"tanya yuda "pilihan sulit nyet dua duanya sama sama kagak peka sama perasaan masing masing"jawab reihan membuat yudha berbalik menatapnya "emang lo yakin si zara suka si bos.,?" "teuing euy...gue gak yakin...si zara pinter nutupin hatinya...kagak kebaca sama gue"jawab reihan membuat yudha kembali menatap mereka sambil berfikir cara menyatukan leo dan zara.... "Yuk ra aku anter..."ucap rendi saat kelas sudah selesai.. "eh enggak usah ren...aku harus keruang seni dulu"jawab zara "ya udah aku tungguin...atau mau aku temani di ruang seni" "enggak usah deh...mending rendi pulang duluan terus istirahat"jawab zara sambil membereskan bukunya.... Brakkkk Pandangan mereka teralihkan pada leo yang sudah berjalan untuk keluar kelas di ikuti yudha dan reihan.. "Leo...!! ren aku susulin leo sebentar...aku harus kasih dia ringkasan mater ini...rendi pulang gih keburu hujan"ucap zara sambil menampilkan senyum manisnya "Tapi ra" "by ren hati hati di jalan..." potong zara sambil melangkah keluar kelas dan menyusul leo. ... zara melangkahkan kakinya di koridor kampus sambil sesekali melihat kanan kiri untuk mencari keberadaan leo "apa dia di atap...doyan amat sih nongkrong di tempat tinggi kayak gitu"gumam zara namun langkahnya terhenti saat melihat orang yang di carinya berada tidak jauh di depannya "leo....leo tungguin,!" teriak zara mencoba mengejar langkah leo yang sekan mengabaikan panggilannya "Leo...tung___gu..."ucap zara tersenggal sambil mengatur nafsnya yang memberat... "heh t*i si zara manggil lo tuh...kasian dia"tegur yudha namun dengan santai leo seolah tidak teganggu dan terus melanjutkan langkahnya "bos dia ngos ngosan ngejar lo....bukannya dia punya asma ya"ucapan reihan akhirnya menghentikan langkah leo...seakan baru tersadar bahwa zara mempunyai gangguan pernafasan "Le____o aku aku panggilin ke...." "Lo t***l apa i***t hah...ngapain lo lari lari...lo mau asma lo kambuh,!!"sentak leo sambil menunjuk nunjuk wajah zara "Kan aku ngejar Leo...leo gak berenti sih pas aku panggil panggil..." "Lo nyalahin gue...."sentak leo kembali "masih aja hobi marah marah."gerutu zara pelan "apa lo bilang.." "enggak...aku cuman mau kasih leo ini"ucap zara sambil mengeluarkan satu buku tebal dari tasnya dan menyodorkannya pada leo... Leo hanya melirik buku di tangan zara kemudian berdecih "ayo ambil leo...ini udah aku rangkumin buat bantu kamu belajar"ucap zara "Gue gak butuh..."ucap leo sambil menepis buku di tangan zara dan membuat buku itu jatuh.. "Leo kamu butuh ini..."ucap zara sambil menunduk dan mengambil buku itu lagi "Gue bilang gue gak butuh buku lo itu...." gue cuman butuh lo "terus maunya leo apa.?" "mau gue....." "Leo malem ini ada waktu gak...mau jalan bareng gue..,?"tiba tiba saja orin datang menghampiri leo..setelah mendapatkan sinyal dari leo, orin sudah berani untuk menyapa bahkan mengajak leo untuk pergi bersamanya..dan seakan menganggap kedatangn orin sebagai suatu kebetulan dengan cepat leo menarik orin ke dekapannya "ini mau gue" desis leo tepat di wajah orin namun tentu di tujukan untuk zara... Leo meraih tengkuk orin dan dengan cepat mencium bibir orin dengan ganas....semua pasang mata di sekitar mereka membelalak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang leo dengan terang terangan mencium seorang wanita di depan umum...ini akan menjadi berita paling viral di kampus mereka.... Termasuk zara...zara membulatkan matanya, tubuhnya mematung...namun dia segera berbalik saat seseorang memanggilnya dari belakang "Ara" Dengan cepat zara menutup mata selena agar tidak melihat adegan dewasa di depan mereka "ra lo apa apaan sih"protes lena sambil mencoba menurunkan telapak tangan zara "len kita pergi aja yuk...kamu gak bakalan kuat liat adegan ini..."ucap zara sambil mendorong tubuh lena "apaan sih lepasin gue" protes lena dan berhasil menurunkan tangn zara...lena membekap mulutnya tidak percaya "len aku bilang juga apa...kamu gak baklan kuat liat mereka"ucap zara Setelah cukup lama leo melepaskan ciuman panasnya dan tanpa basa basi meninggalkan orin yang masih diam mematung mencoba mengumpulkan kesadrannya "ra" gumam selena "Ya len...kamu kalau mau nangis aku siap kok relain bahu aku"ucap zara polos "Kyaaaaaa gue beneran gk salah liat kan....leo leo barusan nyium cewe" pekik selena girang membuat zara mengerutkan keningnya...apa karena sahabatnya terlalu sedih dia bisa aneh seperti ini batin zara "Len..kamu baik baik aja kan...." "Ra gue bahkan jauh lebih baik...akhirnya fikiran buruk gue tentang leo sirna..kyaaaa senengnya gue Ra"ucap selena sambil melompat lompat memegang bahu zara "maksud kamu.?" tanya zara masih penasaran "Karena gue takut leo jeruk makan jeruk ra...selama ini dia selalu dingin sama cewe...dan setelah kejadian ini gue yakin dia cowo normal....jadi gue bisa pepet dia terus...ahhh doain gue ya ra"ucap selena Dan hanya mendapatkan anggukan dari zara. ____________________ ________ •
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN