Suara gaduh dan aroma alkohol mendominasi seluruh ruangan, orang orang tengah asik dengan aktifitas mereka ada yang memecah lantai dansa, menikmati minuman mereka dan beberapa pasangan dengan tidak tau malunya b******u di tengah tengah hiruk pikuk keramayan club yang cukup terkenal di pusat kota. termasuk Leo yang tengah asik b******u dengan salah seorang gadis sexi yang disediakan club ini....
"si bos kenapa..,?"tanya Reihan yang heran melihat tingkah laku Leo yang tidak seperti biasanya
"kesambet kali.."jawab asal Yudha sama sama heran, mereka malah terus memperhatikan aksi Leo dengan wanita itu yang tengah asyik menyecapi bibir satu sama lain
"huh haredang ges haredang,nyet kita cari lawan juga yok...masa si bos doang yang asik asik kita jadi penontong doang"ucap Reihan sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"cari aja ndiri gue gak mood...lihat sibos aja gue udah kenyang"jawab asal yuda masih heran melihat tingkah Leo kali ini..mereka memang sering keluar masuk club hanya untuk hangout melepas stress apalagi Leo...dia paling tidak suka di sentuh wanita w*************a di club, tapi kali ini bahkan leo tengah b******u dengan salah seorang wanita yang biasa dia hindari...
"si bos lagi kalap kali..,"ucap Reiha
"udahlah biarin aja toh sama perempuan ini...gak usah khawatir....asal jangan main sama yang punya pisang aja."lanjut Reihan sambil terkekeh namun tidak dengan Yuda yang masih penasaran
"apa gara gara si Zara ya.?"gumam yudha
"kali..."jawab Reihan sambil berdiri dari duduknya karena merasa bosan dan memilih bergabung dengan pengunjung lain untuk memecah dance floor.
Sedangkan Yudha masih betah memperhatikan tingkah Leo yang kini kembali meneguk botol minuman di depannya, entah sudah berapa banyak dia menghabiskan minuman minuman itu yang jelas sudah membuatnya kehilangan setengah kesadarannya.
Baru kali ini yudha Melihat Leo yang hilang kendali.
****
Reihan dan yudha membopong tubuh Leo yang sudah tidak sadarkan diri karena sudah benar benar mabuk.
Mereka harus dengan tenaga ekstra memaksa Leo untuk meninggalkan club malam itu karena jika mereka membiarkan sahabatnya itu tetap berada disana besar kemungkinan dia akan menjadi santapan empuk bagi wanita wanita haus belaian di club.
"gila nih anak monyet minum berapa botol dia....biasanya juga kagak sampe tepar begini" ucap Yudha dengan susah payah
"gue juga bilang apa...si bos lagi kalap"jawab Reihan sambil mencoba mencari cari letak kunci rumah disaku jaket leo
"woi bos bos bangun...kunci rumah lo dimana..,?"tanya Reihan sambil menepuk nepuk pipi Leo...Leo sedikit membuka matanya dan melepaskan pegangan yuda dan mendorongnya
"Lo..lo balik..."ucap leo meskipun tidak jelas
"eh t*i bukannya terimakasih malah ngusir kita"kesal yudha...Leo berbalik menghadap pintu rumah dan dengan susah payah mencoba membuka kuncinya....
Brakkkk
Setelah berhasil leo langsung menutup pintu tanpa menghiraukan kedua sahabatnya yang saling menatap
"harusnya tadi kita buang aja dia ke kali ciliwung...kesel gue"ucap Reihan
"gue berfikir malah mending kita buang kelubang buaya tuh anak monyet"jawab yudha
***
Prankk
Leo menjatuhkan beberapa hiasan meja karena jalannya yang sempoyongan....setelah itu merebahkan dirinya di atas kursi
"Lo jahat ra....lo jahat"racau leo dengan mata terpejam..
Semua kejadian dimana Zara lebih memilih Rendi ketimbang dirinya terua berputar putar di ingatannya seperti kaset rusak.
Yang ahirnya membuat keadaan Leo menjadi seperti ini.
Esoknya.
Leo terbangun dengan kepala berdenyut hebat akibat pengaruh minuman keras yang entah seberapa banyak dia habiskan semalam.
"arggghhhhh shit.."umpat Leo kemudian mencoba berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dan langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin.berharap rasa pusingnya akan hilang
"Leo.."
Leo langsung membuka matanya dan melihat sekitar kamar mandi...kosong...hanya ada dirinya seorang diri...lalu apa barusan fikirnya..leo kembali memejamkan matanya menikmati siraman air dingin di tubuhnya
"Leo.."
Kali ini Leo tetap memejamkan matanya mendengarkan suara Zara yang dengan jelaa memanggil namanya, bahkan senyumannya semakin jelas terukir diningatannya saat Leo semakin merapatkan matanya.
"Leo"
Dan lagi lagi suara ceria yang memanggil namanya terus berdengung di telinganya
Bughhh bugghhh
Leo memukul tembok didepannya
"berhenti ganggu gue bangsat...keluar dar fikiran gue.." maki leo karena suara zara memanggil namanya terus saja terdengar di telinganya...
Leo tidak menyangka jika pengaruh
Zara akan sebesar ini untuk dirinya,
***
Leo berjalan keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh kedua sahabatnya
"gue kira lo gak bakalan kuliah.."tanya yudha
"gue bukan anak malas kayak lo"jawab Leo datar membuat yudha berdecih,
lalu sejak kapan dia jadi anak sok rajin batin yudha
"Loh loh weh t*i mau kemana lo"teriak Reihan saat Leo terus melangkahkan kakinya ke koridor kampus sedangkan yudha dan Reihan hendak menaiki tangga menuju rooftop tempat mereka biasa nya
"udahlah ikutin aja"jawab yudha sambil menarik ransel Reihan dan menyusul langkah Leo yang sepertinya menuju salah satu kelas.
"si bos yakin nih mau masuk kelas.?" tanya Reihan saat mereka sudah berada di ambang pintu.
"nah itu udah duduk dia disana" jawab Yudha membuat Reihan ikut melarikan pa dangannya kedalam kelas.
Seisi kelas di buat melongo saat seorang Leo masuk kelas dan menduduki dirinya tepat di sebelah Orin salah satu cewe pouler dikampus dengan image sexi nya...begitupun dengan Orin tidak kalah terkejut bahwa sekarang Leo atmajaya tengah duduk tepat di sebelahnya....seisi ruangan menjadi riuh dengan bisik bisik tetangga...ada apa gerangan dengan Leo yang biasa dingin terhadap lawan jenis sekrang lagi mepet pada Orin...rasa penasaran itu juga hinggap pada kedua sahabatnya yudha dan reihan
"gue bilang apa...si bos memang lagi gak beres"gumam yudha sambil terus menatap kearah Leo
"gue juga bilang apa selagi masih deketin cewe ya kagak apa apa...udah cepet masuk"ucap reihan samb menari Yudha mereja duduk tepat di belakang Leo dan juga Orin yang memakai pakaian sedikit terbuka.
"gue yakin kali ini kagak bakalan ngantuk dengerin dosen" ucap Reihan samb menatap punggung Orin yang sedikit terbuka kemudian beralih menatap Yudha yang juha tengah tersenyum m***m pada Reihan ternyata mereka mempunyai satu pemikiran yang sama.
Tidak lama berselang Zara masuk di kelas yang sama dengan Leo, Zara berjalan melewati beberapa baris kursi dan kembali berbalik saat melihat siluet familiar disebelahnya...Zara sedikit membungkukkan badannya mencoba melihat dengan jelas wajah yang kini berada dihadapannya
"loh leo....leo masuk kelas...."
"memangnya kenapa kalau gue masuk..." potong Leo kemudian tangannya terangkat dan mengelus rambut orin membuat seisi ruangan kembali heboh tadi saja saat leo hanya berdiam diri dan hanya duduk di sebelah orin semua sudah cukup syok apalagi sekarang leo dengan terang terangan membelai rambut orin membuat seisi kelas semakin heboh.
___________________
________