Innocence 15

991 Kata
"kenapa..,?"tanya Rendi saat Zara melihat sambungan telponnya yang tiba tiba terputus, Zara kemudian menyimpan kembali ponsel keluaran tahun 2000'an miliknya itu ke dalam Tas kain nya. "enggak tau tuh Leo main tutup telpon aja"jawab Zara kemudian kembali meminum teh hangat yang berada didepannya. "gimana kabar eyang..,?"tanya Rendi yang memang sebelumnya mengetahui kepergian Zara yaitu untuk mengunjungi eyangnya yanh sedang sakit, "baik...mungkin karena umur beliau sudah semakin tua jadi sering sakit sakitan,aku tadinya memilih untuk tetap tinggal disana tapi eyang maksa katanya sayang kuliah aku." jelas Zara, Renda bisa melihat raut sedih dari wajah Zara saat dirinya harus meninggalkan eyangnya kembali dalam keadaan yang belum sepenuhnya pulih dari sakit. "eyang kamu hanya ingin kamu meraih impian kamu dulu toh eyang semakin membaik bukan, disana juga ada bude kamu jadi jangan khawatir"ucap Rendi sambil mengelus lengan Zara seolah ingin memberikan semangat dan kekuatan untuk nya perlakuam Rendi pun dibalas senyuman tulus oleh Zara "Ra.." "hemm"gumam Zara sambil terus mengaduk ngaduk teh manis hangat di depannya. "aku sayang kamu" ucapan Rendi langsung membuat zara menghentikan bibirnya untuk meminum teh hangat didepannya,tubuhnya mematung mencerna kalimat yang Rendi ucapkan "aku juga sayang Rendi."jawab Zara bukannya membuat Rendi tersenyum bahagia malah membuat Rendi menghela nafas panjang kemudian menggenggam kedua tangan Zara erat "Ra denger___aku sayang kamu bukan sebagai teman, aku sayang kamu seperti seorang pria yang menyayangi seorang wanita..itu rasa sayang aku ke kamu Ra"jelas Rendi membuat Zara mengerjapkan matanya beberapa kali dan kali ini wajahnya benar benar memerah dan Rendi menyadari itu,Rendi tersenyum sambil membelai pipi Zara,karena tidak tahan melihat kegemasan diwajah zara "Rendi...a aku" Brakkkkkk Ucapan Zara terhenti saat suara gaduh dari arah pintu menarik perhatiannya..Zara melihat Leo yang tengah berdiri diambang pintu sambil menatap kearahnya, sedangkan Rendi semakin mengeratkan genggamannya dan tidak mengalihkan tangannya pada pipi Zara... "Ara..."ucap Rendi membuat Zara kembali menoleh ke arahnya, Rendi berusaha agar Zara tetap fokus padanya dan mngabaikan orang yang kini memberikan tatapan membunuh padanya.. "eh maaf tadi aku mau bilang apa ya...jadi lupa"jawab Zara polos "Ra aku sayang kamu"ulang Rendi "Rendi aku...."ucapan Zara terpotong saat tiba tiba sebelah tangan zara di tarik paksa oleh seseorang dan tentu saja kalau bukan leo siapa lagi "ikut gue" desis Leo namun gerakannya terhenti saat Rendi tidak melepaskan tangan Zara satunya lagi "lepasin tangannya..."ucap Leo "Lo yang lepasin...lo senenaknya dateng dan main tari tarik Ara...apa apaan lo."jawab Rendi "lepasin tangan dia atau..." "atau apa..,?"potong Rendi seakan menantang Leo dengan terang terangan. Kemudian Leo berbalik menatap Zara dengan penuh arti "heh cupu sekarang lo pilih tetep sama dia atau ikut bareng gue..."tanya Leo dengan tatapan mengancam "inget kalau lo pilih dia...gue berhenti ikut bimbingan lo"ancam Leo "ancaman lo udah gak mempan jadi mendingan lo lepasin tangan Ara.."ucap Rendi namun Leo tidak bergeming menatap Zara "Ara..."desis Leo karena Zara masih diam membisu "Ara udah enggak jadi guru bimbingan lo lagi..."ucapan Rendi kali ini akhirnya membuat Leo menatap kearahnya.. "Bacot lo."kesal Leo tapi membuat Rendi tersenyum penuh kemenangn melihat kekesalan leo "Leo maaf..."ucapan Zara secara tidak langsung menjawab perkataan dari Rendi dan itu membuat Leo semakin emosi "Leo aku..." "ikut gue..."potong Leo yang kembali menarik Zara namun Rendi tidak tinggal diam Rendi menahan tangan Zara dan itu berhasil membuat alat ukur tekanan kemarahan Leo tidak terbaca lagi saking sangat emosinya leo saat ini...apalagi mendapatkan fakta bahwa zara benar benar sudah tidak ingin lagi membantunya belajar... Leo melepaskan cengkraman pada Zara dengan kasar kemudian dengan cepat memberikan satu pukulan pada Rendi sehingga Rendi yang memang tidak siap dengan pukulan Leo jatuh tersungkur.. "Rendi...." pekik Zara khawatir namun saat Zara hendak mendekati Rendi gerakannya terhenti saat Leo kembali mencengkram baju Rendi dan memberikan Rendi pukulan demi pukulan yang bertubu tubi. Leo ingin memberikan pelajaran setimpal untuk Rendi karena sudah berhasil membuatnya emosinya "leo cukup....cukupp...kamu nyakitin Rendi,!!"teriak Zara sambil menarik jaket Leo agar menghentikan pukulannya pada Rendi yanh sudah tidak berdaya karena terus menerima pukulan Leo tanpa berkesempatan untuk membalas karena Leo tidak memberikan celah sedikitpun untuk Rendi. "diem lo,!"sentak leo pada Zara .. Zara mengepalkan tangannya karen melihat kelakuan Leo yang sudah sangat keterlaluan menurutnya " Leo aku bakalan benar benar benci kamu kalau kamu gak berhenti sekarang juga" Tangan Leo menggantung di udara saat Zara mengeluarkan ancamannya kemudian Leo tersenyum miris untuk dirinya sendiri...Leo berdiri dan berjalan mendekat kearah zara... "apa alasan lo berhenti ngajarin gue."tanya Leo "aku gak ingin jam belajar Leo ke ganggu lagi...aku mungkin bakalan sering izin le jadi." "gue gak peduli dengan alasan lo itu....apa lo mau gue berhentiin beasiswa lo hem.."ancam Leo "Leo kok gitu sih..jahat banget ngancemnya"jawab Zara "Lo pikir lo gak jahat sama gue...lo ngilang selama seminggu tanpa kabar dan sekrang setelahnya lo muncul malah b******n itu yang lo temuin dulu dan lebih jahatnya lagi lo mutusin buat berenti bantuin gue tanpa nanya ke gue...lo pikir itu enggak jahat." Brakkk sentak Leo sambil menendang kursi disebelahnya...leo mengusap kasar rambutnya dan menatap Rendi yang masih diam tak berdaya...mengabaikan semua tatapan pengujung restoran bahkan sang manager restoran tidak berani untuk sekedar menegur Leo "sekarang gue tanya jahat mana ancaman gue atau perbuatan lo yang udah lo lakuin ke gue hah...jawabbbb,!!!"sentak leo membuat Zara memejamkan matanya, Zara tidak menyangka Leo akan semarah ini padanya hanya karena dia membatalkan semua jadwal bimbingan mereka. "uhuukkk uhhuukkk." Zara langsung mengalihkan pandangannga pada Rendi yang tengah terbatuk dan mengeluarkan darah, mengabaikan tatapan membunuh leo dan juga pertanyaanya...Zara memilih menghampiri Rendi dan membantunya untuk berdiri... "Rendi kita kerumah sakit ya" "jadi lo lebih milih anak haram itu hah..." "berhenti panggil Rendi anak haram leo...Rendi juga sodara kamu..."jawab Zara sambil membantu Rendi berdiri dan mengangkat sebelah tangan Rendi dan meletakannya pada bahunya, Leo hanya tersenyum miris melihatnya"gue tanya sekali lagi lo pilih dia atau ikut bareng gue.." "itu udah gak penting le...kita harus bawa Rendi kerumah sakit...ini juga semua salah kamu"jawab Zara "gue gak peduli sama dia...gue anggap itu jawaban dari lo" ucap Leo kemudia berlalu meninggalkan Zara... "minggir lo anjing." sentak Leo pada beberapa orang yang menghalangi jalannya sedangkan Zara menatap punggung Leo yang semakin menajuh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN