Zara menghentikan langkahnya tepat didepan gerbang kampus Atma Jaya setelah melihat seorang gadis belia dengan tongkat yang membantunya berjalan...
Dia terlihat begitu sangat semangat dan tidak henti hentinya membagikan brosur ditangannya meskipun beberapa orang menepisnya dengan kasar tapi senyum dibibirnya tidak pernah luntur..
Zara berjalan mendekat"hai.,"sapa zara dengan senyum manisnya membuat gadis didepannya membalas sapaanya dan balik tersenyum
"siang kak, apa kakak berminat datang ke pameran gambar kami" ucapnya sambil memberikan brosur ditangannya pada zara..
Dengan senang hati zara menerimanya dan membacanya
Panti asuhan mutiara.
"beberapa anak di rumah kami pandai menggambar saking banyaknya kami berniat membuka pameran...jika kakak berminat kakak boleh datang." tawarnya
"gambar, aku pasti datang," jawab Zara
"terimakasih kak" ucap gadis itu hendak pergi kembali membagikan brosur sebelum suara zara menghentikannya
"apa brosurnya masih banyak..,?" tanya zara
"lumayan kak" jawabnya
"sini biar aku bantu, kalau dibagikan di depan gerbang bakalan lama, mending aku bawa masuk, di dalam banyak teman teman yang pasti berminat dengan brosur ini, gimana..?" tawar zara
"apa enggak ngerepotin kak..,?" tanya gadis itu
"udah sini, kasih semuanya aja, tenang aku bakalan bagiin brosurnya kok" ucap zara kemudian mengambil alih semua brosur itu dan melangkah masuk kedalam kawasan kampus
"Daah hati hati jalannya ya" ucap zara sedikit berteriak pada gadis itu. Yang terlihat sedikit kesukilitan dalam berjalan namun tidak melunturkan semangat dan senyum yang sedari tadi dia torehkan, dan hal itu lah yang kadang membuat zara tetap mensyukuri kehidupan yang dia miliki sekarang, zara selalu melihay kebawah, banyak orang orang yang tidak seberuntung dirinya dan tetap semangat menjalankan hidupnya tanpa putus asa.
****
Parkiran kampus terlihat sedikit lebih ramai dari biasanya...beberapa orang berkumpul entah apa yang mereka lihat membuat Zara turut bergabung karena rasa penasarannya
"maaf leo...aku beneran enggak sengaja..." terdengar suara rintihan seseorang membuat zara semakin ingin mendekat
"adi"gumam Zara saat melihat teman satu jurusannya tengah kesusahan untuk bernafas saat tangan kekar leo dengan gampangnya mencekal leher adi..
"Lo udah ngotorin mobil gue b*****t,!!"sentak Leo sambil menunjuk arah kap mobilnya yang sudah kotor karena cat air..
"ta tadi mo mobil kamu yang nyerempet aku Le"jawab adi
" Jadi lo nyalahin gue anjing..sekarang Lo bersihin mobil gue pake baju Lo" sentak Leo sambil menyeret adi dan menabrakan wajahnya ke kap mobil sportnya
Zara ikut meringis saat wajah adi terbentur..zara melihat beberapa kuas dan cat air lainnya berserakan dan juga lukisan yang sudah ter injak injak...
Iishhh kenapa ada orang sekejam itu batin Zara tidak habis fikir dan melihat sekitarnya bahkan orang orang hanya menonton dan ada yang merekam dengan ponsel mereka...
Adi menunduk tepat didepan Leo menatap miris lukisannya yang pasti sudah rusak...
"Adi ayo bangun" ucap seseorang mengejutkan adi dan beberapa orang sekitarnya...
Adi menoleh dan betul saja suara lembut yang dia hafal ternyata benar zara..
Zara menarik bahu adi dan menariknya untu berdiri...
Zara juga membereskan beberapa kuas dan mengambil lukisan adi...
Sedangkan Leo masih terpaku pada cewe cupu yang lagi lagi muncul secara tiba tiba di depannya..
"udah Leo enggak usah marah marah, ini udah aku bersihin mobilnya" ucap zara sambil memasukan tisu bekas yang dipakai untuk mengelap mobil leo
Reihan terkekeh melihat tampang Leo yang masih terpaku, lagi lagi karena cewe cupu itu
"apa gue ketinggalan sesuatu.,?tanya yuda yang baru bisa masuk kuliah hari ini
"lo liatin aja...bakalan seru"jawab reihan
"dari pada Leo marah marah mending bantuin aku terima ini"ucap zara sambil memberikan brosur yang berada ditangannya namun leo masih tidak menerima brosur itu
"udah enggak usah malu ambil aja"ucap zara kemudian menarik tangan Leo dan menyelipkan brosur ke kepalan tangan Leo
Zara juga membagikan brosur kepada reihan dan yuda dan beberapa orang di sekitar mereka...
"udah yuk adi, kita bisa beresin lukisan kamu, kita masih punya waktu" ucap zara sambil menarik adi untuk pergi
"gak salah liat gue si Leo diem aja ngebiarin mangsanya lepas" tanya yuda penasaran
"kagak...Lo liat bentar lagi" jawab reihan
"heh cewe cupu, udah dua kali ya Lo bersikap sok jadi pahlawan, Lo gak kapok hah gue siram kemarin"sentak Leo
Membuat Zara menghentikan langkahnya
"Adi tunggu di ruang seni ya, nanti aku nyusul, kayaknya Leo mau tanya Soal brosur yang aku kasih" ucap Zara tanpa memperdulikan ancaman Leo sebelumnya
Membuat reihan dan yudha menahan tawanya baru kali ini ada yang berani dan tidak takut sedikipun pada Leo.
Setelah adi pergi Zara baru berbalik menatap Leo yang sudah memberikan tatapan membunuhnya
"kenapa..Leo mau tanya tentang brosur itu..,?" tanya polos Zara..
"Heh t***l gue gak berminat dengan brosur sampah lo ini" ucap Leo sambil meremas brosur di tangannya dan melemparkannya tepat di depan wajah Zara..
"Leo...kenapa di buang, setidaknya kamu bisa balikin lagi ke aku, aku bisa kasih brosur ini ke orang lain kalau kamu enggak tertarik"bukannya takut zara malah mengkhawatirkan brosur itu dan memungutnya kembali
"heh cewe t***l lo denger ya gue gak...."
"Ara..." ucap seseorang memotong perkataan Leo yang sedang emosi...dan melihat siapa yang sekarang datang menghampirinya membuat emosinya naik sepuluh kali lipat..
"rendi.."gumam zara
"kenapa kamu disini..bukannya mau keruang seni..,?" tanya rendi mengabaikan tatapan Leo yang mengintimidasi
"oh iya sekarang aku emang mau kesana..,? Rendi sendiri kenapa masih disini, emang enggak ada kelas..,?" tanya Zara
Sebelum rendi menjawab selaan Leo telah mendahuluinya
"hei ini kampus t*i, bukan waktunya kalian sok saling perhatian atau pacar pacaran disini.."ketus Leo sambil memandang tidak suka ke arah rendi...
"Leo kenapa ngomongnya kasar gitu sih, kenapa, Leo cemburuya..,?" ucpan Zara sontak membuat reihan dan yuda tidak kuasa menahan tawanya sedangkan rendi tersenyum gemas dengan segala kepolosan gadis didepannya..
Tanla sadar rendi mengelus pipi zara dan menatapnya lekat
"kenapa..,?" tanya Zara
"kamu lucu.,"jawab rendi
"makasih rendi" ucap Zara sambil memberikan senyum terbaiknya kepada rendi,
Jika saja ada orang yang benar-benar tidak peka terhadap perasaan cinta seseorang mungkin itu adalah Zara, bagaimanapun dari sudut manapun orang melihat rendy kepada Zara orang akan melihat bahwa Rendy menempatkan zara di posisi yang spesial,termasuk dari sudut pandang seorang Leo.Bagaimana cara tetapan Rendy kepada Zara, cara rendy berbicara kepada zara, dan bagaimana perhatiannya kepada Zahra
Dan semua itu tidak lepas dari pandangan Leo yang menatap intens ke arah mereka.bahkan setelah mereka berjalan menjauh meninggalkannya seorang diri, leo masih menatap punggung kevil zara yang semakin lama semakin jauh dan tidak terlihat.
"bengong lo, ayam tetanggapada mati noh" sampai tepukan yuda di bahunya membuat leo tersadar,apa benar diringa barusan bengong hanya untuk melihay kepergian cewe cupu itu pikir leo.