Cukup lama Arlan tertidur. Greta sampai harus menahan kakinya yang mulai kebas karena tidak bisa bergerak. Tapi saat melihat wajah tenang Arlan seolah pegal-pegal di kakinya menghilang. Ditatapnya wajah tampan itu. Dengan jarak sedekat ini, Greta bisa melihat jelas ada tahi lalat di dahinya, bulu matanya sedikit lentik, alisnya standar, tidak terlalu tebal dan hidungnya mancung. Bibirnya tipis dan sedikit merah. Ah, bibir itu kemarin menempel di bibir Renata. Ada rasa tidak rela di hati Greta setiap kali mengingat kejadian itu. Tanpa sadar tangan Greta mengusap-usap pipi dan bibir Arlan. Tapi ia menarik tangannya, saat senyum dengan lesung pipi itu muncul di wajah Arlan. Greta menjitak dahi omnya, karena sadar kalau laki-laki ini sudah terbangun sejak tadi. "Udah bangun, Om! Pegel kaki

