Arlan benar-benar marah, dan Greta sangat menyadarinya. Terbukti pagi ini saat mereka dalam satu mobil, wajah Arlan masih terlihat tidak bersahabat. Dan jujur, ada rasa sakit saat omnya ini besikap dingin dan cuek. Dia kangen Arlan. "Om, udah dong ngambeknya," rengek Greta. Arlan hanya menghela napas kesal, tapi tidak berkomentar sedikitpun. "Om!" Arlan masih tidak bergeming. Dia memang paling jago kalau sudah urusan ngambek. "Ya udah deh berhenti! Aku mau turun!" Arlan benar-benar menghentikan mobilnya. Dan itu cukup membuat Greta melebarkan matanya. Greta menghentakan kakinya kesal. Tapi tangan Arlan mencekalnya saat Greta ingin keluar. "Siapa yang suruh kamu keluar?" ketus Arlan yang membuat Greta bingung. "Sebenarnya mau kamu itu apa si, Gre?" kini Greta makin bingung mendengar p

