"Mama belum tidur?" Arlan menyembulkan kepalanya di pintu kamar mamanya. Wanita itu sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil membaca buku. "Ada apa, Lan?" tanyanya lembut. Melepaskan kaca mata baca yang bertengger di pangkal hidungnya, lalu meletakkan buku yang ia pegang di atas nakas. "Mam, aku ingin membicarakan soal perjodohan itu," kata Arlan setelah berhasil duduk di tepi ranjang. Ratna belum merespon, ia menunggu Arlan mengutarakan isi hatinya. "Apa aku boleh nolak, Mam?" Ratna menghela napas, diusapnya lembut punggung tangan anak laki-lakinya itu. "Mama nggak akan memaksakan kehendak mama, jika kamu memang tidak mau." Arlan menghela napas lega saat mendengar kata-kata itu, tapi selanjutnya mencebik kesal, karena ternyata kata-kata itu belum berakhir. "Tapi mama mau, kamu m

