Suasana di kamar itu cukup tegang. Di mana Greta duduk di ranjang sambil memeluk lengan omanya. Dan Arlan, duduk di kursi sambil menatap dua orang yang sangat ia sayangi itu. Yang tegang sebenarnya Arlan dan Greta. Kalau Ratna malah bingung, bingung karena Arlan maupun Greta tidak juga mengeluarkan suara. Padahal sepuluh menit yang lalu mereka masuk ke kamar itu, dan berkata ada sesuatu yang penting yang akan mereka bicarakan. Tapi sampai sekarang kedua orang itu masih membisu. Greta malah mendusel-dusel lengan omanya untuk menutupi matanya yang sudah berkaca-kaca. Ini padahal belum ngomong, tapi Greta sudah ingin menangis. "Jadi apa yang mau kalian bicarakan? Kok malah diem. Ini juga kamu, ngapain, Gre?" Greta menggeleng, masih dalam posisi menyembunyikan kepalanya di balik lengan oman

