"Om," ucap Greta yang kini sedang menyandarkan kepalanya di bahu Arlan. Alih-alih jogging di Minggu pagi ini, keduanya malah hanya duduk di bangku taman. "Iya?" tangan Arlan mengusap-usap sayang rambut Greta. "Jadi hubungan kita sekarang apa?" Arlan tersenyum. "Kamu maunya apa?" "Aku nggak tahu." "Kalau aku si maunya langsung jadi suami kamu." "Om," geram Greta. Arlan tertawa kecil. "Iya, aku bakalan nunggu kamu sampai kamu siap menjadi Nyonya Arlan." "Terus, nama hubungan kita ini apa, Om?" "Kalau kamu masih belum mau menikah, hubungan kita ini sementara dinamai pacaran." "Perasaan, Om belum pernah nembak aku? Bisa gitu disebut pacar?" "Ya udah sekarang aku tembak, ya. Kamu mau nggak jadi pacar aku?" "Kok gitu banget, si?" Greta menarik tubuhnya. "Gitu gimana?" Greta mendeng

