"Udah dong manyunnya, Gre." Arlan menghentikan sejenak aktifitasnya yang sedang memasukkan beberapa baju ke dalam koper. Tiga hari ke depan dia harus pergi ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Dan dari tadi Greta terlihat sangat sedih, udah kaya pengantin baru yang mau di tinggal pergi dinas selama sebulan. Ini padahal Arlan cuma pergi tiga hari. Dan status mereka juga belum jelas. Pacar bukan, suami istri juga boro-boro. "Kok lama banget si Om, perginya? Aku kesepian dong di rumah." Arlan tertawa pelan. "Jadi berasa punya istri," bisik Arlan pelan, takut mamanya mendengar. Karena perempuan itu dari tadi memang mondar mandir ke kamar Arlan, untuk membantunya beres-beres. "Nggak usah ngaco!" "Pesawatnya jam berapa, Lan?" Suara itu membuat Arlan bangkit dari samping Greta dan kembali m

