Rencana busuk Renata

831 Kata

Hari kedua di kota Surabaya berjalan lancar. Lancar pekerjaannya tapi tidak dengan hatinya. Sepanjang hari hanya ada wajah dan nama Greta yang memenuhi otak Arlan. Laki-laki itu yakin lebih lama lagi berpisah dari Greta ia pastikan ia akan gila. Maklumin Arlan yang sedikit lebay! Keberatan rindu soalnya. Benar kata Dilan, kan? Kalau rindu itu memang berat. "Arlan!" Suara merdu itu membuat Arlan mendongakkan wajahnya. Keningnya berkerut-kerut, saat melihat siapa yang sekarang ini berdiri di depannya. "Renata? Kamu ngapain di sini?" Arlan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, dan juga jangan lupakan wajah ketusnya. Renata tersenyum dan duduk di kursi yang berada di depan Arlan. Mengabaikan tatapan tak suka dari laki-laki itu. "Aku lagi cuti, Lan. Kakakku yang di Surabaya baru saja la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN