Satu jam lagi pesawat Arlan baru akan terbang. Dia sudah duduk di bandara, dan menunggu satu jam itu bukanlah perkara yang mudah. Waktu seakan berjalan begitu lambat, bahkan nyaris tak bergerak. Pikirannya benar-benar kacau, karena dari semalam Greta tidak bisa dihubungi. Tidak biasa-biasanya Greta seperti ini. Arlan yakin ini tidak jauh dari rencana Renata. Arlan sudah melihat CCTV restoran tempat kemarin ia makan. Karena dia yakin Renata sudah memasukan sesuatu ke dalam minumannya. Untung tidak begitu sulit meng-copy video di mana saat Renata memasukan sesuatu ke dalam gelasnya. Yang Arlan yakini adalah obat tidur. Pihak hotel mempermulus jalan Arlan untuk mendapat rekaman CCTV tersebut. Bahkan pihak hotel sempat menawarkan untuk melaporkan kasus ini pada pihak berwajib. Tapi Arlan meno

