"Lo itu ya, soal pelajaran okelah gue acungi dua jempol. Dari SMA lo selalu juara kelas. Kuliah juga otak lo masih encer. Makanya gue rela deket-deket sama lo terus," cerocos Sisil setelah Greta menceritakan pertengkarannya dengan Arlan semalam. Tapi tanggapan Sisil malah bikin Greta pingin nabokin ini cewek. "Tapi soal yang masalah beginian lo begonya kelewatan, sumpah!" Greta masih tidak merespon, walaupun tangannya sudah gatel pengin noyor kepala Sisil. Tapi sekuatnya ia tahan, biarkan sahabatnya ini selesai bicara dulu. "Harusnya lo seneng, Gre. Kalau memang nyokap lo itu bukan anak kandung, oma! Itu artinya cinta lo sama Arlan bukan cinta terlarang. Karena kalian nggak punya hubungan darah." Greta mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba mencerna kata-kata Sisil. "Ya pantes ajalah A

