Kecurigaan Arlan

690 Kata

Arlan bisa sedikit bernapas lega karena sudah hampir seminggu ini, mamanya sama sekali tidak menyinggung nama Metta. Jadi gadis itu benar-benar menepati janjinya. Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah di hati Arlan, jika mengingat sikapnya yang sedikit keterlaluan. Padahal Metta gadis yang baik. Tapi maksud Arlan baik, dia hanya tidak mau gadis itu berharap lebih padanya. Jadi lebih baik jika dia membencinya. "Renata ulang tahun, Om?" tanya Greta saat melihat undangan berwarna merah tergeletak di meja kamar Arlan. "Iya," jawab Arlan malas. "Om mau dateng?" "Nggak tahu." "Datenglah, Om! Nggak enak sama temen-temen Om yang lain. Entar dikira sombong, loh." Arlan memutar posisi duduknya yang tadinya sedang fokus pada pekerjaannya. Ada beberapa tugas kantor yang terpaksa ia bawa pulang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN