• AUTHOR POV • Rey tak hentinya bersyukur di mana Rio yang telah mendapatkan kesadarannya. Namun masih tak dapat berkata apapun karena pernapasannya yang masih belum juga stabil. "Sedikit menambah harapan untuk kesembuhan Tn. Rio, Rey" ucap Dr. Denny seraya menepuk pundak Rey. "Lalu bagaimana? Apa melanjutkan tahap operasi sebelumnya di Singapura tentang pergeseran tulang lutut kaki kanannya?" tanya Rey bersemangat. "Ya. Kalau Tn. Rio siap. Kita bisa melakukannya hari ini" balas Dr. Denny yakin. "Tapi, menurut ku apa kita tidak tunggu saja sampai kondisi fisik dan mentalnya membaik?" sela Natasha. "Itu juga tak masalah. Aku serahkan pada Rey dan juga Tn. Rio" balas Dr. Denny. "Hm.. Apa Aku bisa mengabari Rachel terlebih dahulu? Aku rasa dia juga berhak tau dan ikut andil dalam

