Chapter 55

3151 Kata

Mereka duduk saling berhadapan, terhening di pagi yang kacau. Di antara mereka, ada bocah yang menjadi pokok permasalahannya. Asal muasal perebutan tak berkesudahan itu. Juvenal melirik bolak-balik, bingung mau bicara apalagi saat ajakan negosiasi yang ia tawarkan ditolak mentah-mentah. Salah Richard, raksasa kesayangannya itu seenaknya saja meninggalkan tempat persembunyian mereka yang aman. Pergi menghampiri Daddy j*****m untuk bicara baik-baik. Seolah lelaki pirang itu bisa diajak bicara saja, padahal Juvenal sudah berkali-kali menegaskan betapa buruknya sifat ayahnya itu. Tak ada perasaan yang bisa masuk ke hati yang beku, tak ada pengertian yang bisa membuat otaknya paham. Hanya ada emosi yang meledak-ledak dalam dirinya, sekumpulan kebusukan yang menyatu sempurna dalam satu wadah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN