Chapter 43

2178 Kata

Setelah selesai memberi ceramahan panjang ke dua orang manusia sesat itu, Yvone kembali ke Ruang Dewan Siswa, ia berdecak kesal melihat bagaimana pintu dan jendela yang terbuka lebar tanpa seorang pun di dalam sana. "Ini perbuatan kalian bukan?" Dijitaklah pacar-pacar bertampang pura-pura bodoh itu. Ernest dan Rin sama sekali tak menjawab, mereka nyanyi-nyanyi lagu aneh di belakang Yvone, cukup menjadi jawaban atas pertanyaannya. Rasanya bodoh sekali bertanya untuk jawaban yang sudah jelas, ditambah dengan apa yang ia lihat di atas meja Rin. "Ini sudah kutolak, kenapa malah kau cap!" Yvone langsung marah lagi. Kertas-kertas pengajuan acara tak pantas itu segera Rin rebut, antisipasi bakal Yvone musnahkan. "Seleramu itu membosankan tahu! Ini semua ide brilian, aku akan minta persetujuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN