Malam hari, Wymer menemui Heinz seperti janjinya. Langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, "Datanya mana?" cetusnya jutek. Lantaran kesal pada Heinz atau mungkin hal lainnya, yang jelas Heinz ikut kesal saat diajak bicara dengan orang berekspresi buruk seperti itu. "Di sini, lihat saja langsung. Aku tak membuat salinannya." Balas Heinz cuek, ogah membalikkan badan dari posisi awalnya, masih duduk di depan meja belajar dengan mata berfokus pada monitor. "Hai Wymer, mau teh?" Ada Kae di sana pula, mendekati Wymer dengan tiga cangkir teh di atas mampan. Mata Wymer langsung melotot, "Kau.. Pergi sana!" jarinya ia ketuk-ketukan kasar ke jidat Kae. "Aw, sakit! Hentikan, Wymer." Mendengar keluhan itu, Heinz berbalik. "Kau mau mati ya?" Mendesis seperti seekor ular yang menyemburkan bi

