Setelah mengerahkan semua kemampuan yang ia punya, pada akhirnya Wymer tetap saja kalah oleh Richard. Ia terduduk bersandar pada dinding tepat di samping pintu atap, memengangi perutnya dengan wajah berantakan dan napas tersengal-sengal. Richard berjalan mendekat pada Wymer, hanya untuk mengakhiri petarungan itu dengan pukulan terakhir. Wymer sudah pasrah menerima pukulan tersebut, menutup matanya tak berdaya. Namun ketika hantaman itu dilemparkan, pintu atap terbuka dengan kasar. Keduanya terkejut, serempak mengalihkan padangan pada Adolf yang baru saja mendobrak masuk dengan ekspresi wajah kesal yang khas. “Ah, bantuan datang ya...” Ucap Richard santai, menyeringai senang mendapatkan lawan baru. Sedangkan Adolf tak senang sama sekali, kerutan di dahinya malah makin menjadi

