"Rin! Hei! Keluar kau cebol!" Adolf berteriak emosi, mengedor-gedor ruang tahanan Avel tempat Rin bersembunyi setelah berpisah dari Tifa. "Kenapa kau tak bilang kalau Tifa asistennya Lexus!" Dia kesal tak mengetahui tentang Tifa, dia kira mereka hanya sekumpulan anak-anak yang mengejar kelulusan brilian dengan ujian khusus tersebut. Adolf tak pernah tahu Tifa kaki tangan Jenderal secara langsung, dia tak terima Rin tahu tapi tak pernah mengatakan apa-apa padanya. Di lain pihak, Rin tak peduli dengan semua itu. Dia hanya menganggap Adolf sebagai mainannya. Salah satu koleksi humu yang bisa dibuang saat bosan. Gadis itu pura-pura tuli, menutup telinganya setelah mengunci ruangan itu dari dalam, berbaring di kolong tempat tidur dengan diam. "Sekutu mu kesal dan kau malah sembunyi di sini

