Rama akhirnya tiba di ruangan di mana ibunya di rawat, di saat dia akan memasuki ruangan itu, dia mendengar suara tangisan yang merupakan suara ayahnya itu. Rama yang mendengarkan itu langsung menggeleng-geleng kepalanya dan membuang pikiran buruknya jauh-jauh. Rama yakin, ibunya bakal baik-baik saja dan pastinya akan melebarkan senyumannya di saat dia tahu Rama sudah datang. Rama pun dengan langkah pasti mulai membuka kenop pintu dan masuk ke dalam ruangan ibunya. Tetapi, apa yang Rama harapkan justru menjadi sebuah kekecewaan dan kenyataan pahit yang seharusnya. Dia melihat ayahnya sedang menangis di samping tubuh ibunya yang tampak tidak bergerak serta raut wajah yang sedikit pucat. Rama berjalan ke arah ranjang ibunya, dia pun berpura-pura tidak mendengarkan tangisan ayahnya dan men

