Aku tidak pernah sekecewa ini. Foto Nadira yang berbaur dengan banyak pria, sungguh kotor di mataku. Yang lebih buruknya adalah pria itu malah duduk dengan senyum merekah di samping Nadira. Seolah mereka punya dunia sendiri yang tidak bisa kupahami. Sakit, kecewa dan merasa buruk. Aku yang menghabiskan dua bulan bersamanya, seperti membiarkan seluruh kotoran masa lalu menempel di sekujur tubuh. Kenangan menjijikkan tentang Paman Suswo langsung menikamku. Kalau untuk sembuh butuh proses menyakitkan, aku lebih baik mati dalam keadaan sakit hati. Ciuman yang pernah aku lakukan dengan pria itu tidak lebih dari fantasi seksual paling menjijikkan. Dia merubahku menjadi makhluk berkepribadian kotor dan tidak tahu malu. Kalau saja foto Nadira tidak aku temukan, mungkin rasa rinduku masih akan t

