Satu jam kemudian, ambulans akhirnya datang. Dokter Anis melompat dari dalam mobil lalu berlari masuk dengan wajah tegang. Ia menangani Aira dengan suntikan penenang. Tindakan medis darurat itu sudah lama sekali tidak ia lakukan pada Aira. Melihat bagaimana daruratnya situasi itu, Dokter Anis menyarankan agar Aira dibawa ke rumah sakit saja. "Ham, kamu jenguk saja Aira besok. Sekarang biarkan aku yang menanganinya. Aku janji kalau semua akan baik-baik saja," kata Dokter Anis menahan pergelangan tangan Ham yang akan ikut masuk. "Benar, kita akan ke rumah sakit pagi-pagi." Allen ikut membujuk Ham agar tidak keras kepala. Terkadang kalau sudah menyangkut masalah Aira, ia tidak mau mendengar apapun. Namun kali ini dengan mudahnya Ham mundur, membiarkan pintu belakang mobil ditutup. Dokt

