Siang itu Sam ada janji temu di kafe dekat rumah sakit. Kali ini bukan dengan Allen, tapi Dokter Anis. Panggilan terakhir yang terjadi dua hari lalu, berhasil menyadarkan Sam agar tidak gegabah mendatangi Aira. Paling tidak, ia akhirnya tahu. Emosi tidak akan membuahkan hasil apapun. "Duduklah dulu. Aku sudah memesan minuman untukmu," kata Dokter Anis menunjuk kursi di depannya. Kali ini Nadira tidak ikut. Pertengkaran mereka belum selesai begitu saja. Sam tidak bisa membiarkan Nadira terus berbuat seenaknya. "Beberapa hari lalu, aku melihat Ham saat mengisi bensin. Dia sudah sembuh rupanya." Sam memulai pembicaraan itu dengan info yang cukup mengejutkan. "Lalu? Dia menghindar?" tebak Dokter Anis tenang. Sam mengangguk, heran dengan reaksi yang terbilang biasa. Ia pikir Dokter An

