Aku tidak pernah punya media sosial. Terakhir aku melihat salah satu karyawanku memainkan stargramnya di dekatku. Semua foto hingga video orang tersebar sebagai konsumsi publik bebas. Tidak ada privasi apapun. Jadi karena banyak alasan aku menolak menggunakan kekuatan dunia maya untuk mengenalkan bisnisku. Tapi sekarang aku justru membutuhkannya untuk memastikan sesuatu. Alamat media sosial gadis itu sangat membuatku penasaran. Segera setelah Ham berpamitan untuk menservis kameranya, aku menghampiri salah satu karyawanku. "Kamu punya stargram, kan? Bisa cek id ini nggak?" tanyaku menunjuk buku tamu yang diisi Nadira tadi pagi. Karyawanku ini mengangguk, mungkin heran karena aku tiba-tiba tertarik dengan media sosial seseorang. "Akunnya diprivat." "Maksudnya?" ucapku bingung. "Aku

