Ham pulang jam 12 kurang sedikit. Lampu ruang tengah masih menyala dan Aira sengaja menunggu dengan membaca buku. Ketika melihat kekasihnya itu masuk, Aira langsung menyingkirkan bukunya ke bawah meja tv. Ham selalu terlihat tidak nyaman kalau melihatnya tengah membaca buku berbau roman. "Aku kan sudah bilang, tidur saja dulu," kata Ham tidak enak. Ia melepas jaketnya lalu meletakkannya di dekat gantungan rak sepatu. Padahal Ham sudah mengirim pesan kalau acara memotretnya akan sampai larut malam. Mana bisa ia bilang kalau baru saja menemui Ham? "Sudah makan?" tanya Aira pelan. Ham mengangguk, teringat sepiring mie goreng yang ia santap tadi. Perutnya mual, tapi tidak pusing sama sekali. Mungkin benar, alerginya perlahan sembuh sendiri. Ia bahkan tidak perlu menghindari sentuhan orang s

