Aku yakin kedatangan Sam bukanlah halusinasi. Saat ia menggegam tanganku, nostalgia lama langsung mengepung alam bawah sadar. Percaya atau tidak, aku hanya takut menghadapinya. Masa lalu adalah penyakit hati yang harus aku hindari, meski di banyak kesempatan, ada puluhan kenangan baik di sana. Tapi aku menolak untuk mengenangnya lagi. "Mau ke mana?" tanya Allen pagi itu. Ia terlihat akan segera berangkat untuk memulai kegiatan rutinnya di yayasan. Sedang Aira tidur lagi setelah tadi malam begadang untuk membuat pola jahitan. "Aku perlu udara segar. Sebentar lagi aku akan membangunkan Aira agar kami bisa berangkat bersama," ucapku pelan. Allen mengangguk kecil kemudian pergi setelah memintaku agar pulang tepat waktu nanti. Begitu suara mobilnya terdengar menjauh, aku masuk ke kamar Ai

