ujung penantian

776 Kata

Beberapa jam kemudian, resto pesisir pantai. Allen tidak bergeming dari duduknya, sejak tadi, wanita itu bungkam meski sudah banyak yang dikatakan oleh semua orang. Baginya, segalanya terdengar omong kosong. Hati Allen membeku seperti jam pasir yang berhenti turun. Wajah khawatir Aira belum juga mampu meluluhkan hati sang ibu angkat. Pertemuan itu seakan sia-sia meski Ham sudah berulang kali membujuknya. Mungkin terlalu cepat untuk melangkah. Sam sendiri hanya berani menatap Dokter Anis lalu kembali memalingkan wajah. Nadira yang tidak punya urusan saja, ikut kesal. Ia memilih untuk pergi tanpa permisi. "Aku pulang dulu," kata Allen akhirnya bangkit lalu berbalik pergi. Ia tidak menatap siapapun. Hanya berjalan ke mobilnya dan menolak untuk diikuti. Dokter Anis menyerah. Ia memilih un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN