End

819 Kata

Pembicaraan itu hanya berlangsung sebentar. Segera setelah semua orang berkumpul di ruang makan, Allen memberi isyarat agar Sam menemuinya di atap rumah. Sedang yang lain, seperti Ham, Aira, Dokter Anis, Deni, Bimo dan Nadira, menikmati makan malam mereka dengan membakar sea food di kebun belakang. Sam tidak tahu apa yang harus ia katakan. Sepanjang acara tadi, Allen terus bertingkah seperti seorang ibu mertua paling protektif. Alih-alih risih, Sam justru lega. Baginya, itu adalah isyarat kalau ia diberi lampu hijau. "Jadi kapan kamu mau menikahinya? Jangan membuatku bertanya untuk kedua kali nanti," kata Allen menenggak kaleng sodanya serius. Sam ingin bersorak kencang, berputar-putar atau menari seperti orang bodoh. Tapi ia mencoba menahanya dengan mengukir senyum kecil. "Bagaimana k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN