Malam pengantin 1

809 Kata

Aku tidak pernah menyangka kalau akan mengalaminya. Sebuah pernikahan lalu malamnya berakhir di atas ranjang dengan seorang pria. Bohong kalau aku tidak takut. Sekujur tubuhku gemetar dan mulutku serasa kaku. Apa masih ada sisa trauma dalam hatiku? Kenapa begitu masuk ke dalam kamar hotel, jantungku tidak bisa tenang? Batinku duduk di pinggir ranjang tanpa bicara. Sudah hampir setengah jam berlalu, tapi Sam belum juga keluar dari kamar mandi. Apa mungkin sakit perut? Hidangan katering yang disantapnya lumayan pedas tadi. "Sam? Kamu sakit perut?" tanya Aira berjalan mendekat ke arah pintu. Sejenak, tidak ada sahutan. Aku nyaris mengira kalau ada hal buruk yang terjadi di dalam. Tapi syukur saja, tak lama Sam keluar sambil mengelus perutnya. Ia mengernyit, lalu mengeluh kalau ada kemungki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN