"Aku akan berhenti kalau kamu takut," kata Sam membuat suara sepelan mungkin. Ia nyaris berbisik agar Aira tidak ketakutan. Sedari tadi, pria itu mencoba menahan hasratnya dan berpikir untuk tidur saja, tapi pada akhirnya ia tidak bisa. Walau akhirnya ia tidak memaksa, tetap saja Aira terlihat terbebani dan risih. Pikir Sam begitu, namun siapa yang mengira kalau Aira b*******h juga? Gadis dengan wajah cantik itu kedapatan menunduk, malu mengakui perasaannya sendiri. Kecupan barusan, cukup membekas hingga sudut hatinya menggelinjang senang. Ya,itu adalah rasa senang, tanpa jijik atau mual. "A-aku tidak akan menghentikanmu. Hanya saja aku gugup," kata Aira menghembuskan napasnya kasar. Suara Sam sangat menganggunya, terlebih mata mereka saling beradu, membuat jantung terus berdetak tak kar

