isi hati

1226 Kata

Separuh jam lalu, Aira hanya berencana untuk mengintai Sam dari jauh. Ia tidak berani berpikir untuk menemui pria itu. Rasa penasarannya begitu besar dan Aira yakin tidak mungkin terus menghindar. Bayangan juga kenangan saat mereka masih bersama sukses menganggunya tiap malam. Tapi saat seorang laki-laki asing mencoba menganggunya, ia tidak bisa menahan rasa takut. Terlebih banyak pasang mata yang melihat padanya. Aira paling benci jadi pusat perhatian. "Pergi! Pergi kubilang!" teriak Aira merasakan napasnya menjadi sesak. Tak pelak, gadis itu mundur, menutupi wajah dengan gugup. Padahal, si kuli panggul hanya bertanya tentang keberadaannya di sana. Ya, Aira tidak bisa mengendalikan rasa paniknya. Pikiran penderita trauma sering sekali berlebihan meski sedang berhadapan dengan masal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN