penjara tak kasat mata

1223 Kata

Bimo sedang mengemas pesanan terakhir pelanggan ketika tiba-tiba saja, ponselnya berdering. Awalnya Nadira tidak peduli. Gadis itu sibuk mengumpulkan piring kotor untuk dicuci. Tapi begitu Bimo memberitahu Sam tengah di kantor polisi, gadis itu nyaris menjatuhkan gelas di tangannya. "Sial. Aku harus menghubungi Agus." Bimo buru-buru meninggalkan pekerjaannya untuk menemui pengacara umum yang ia kenal. Tapi Nadira yang bawel lebih dulu menahannya. Mana bisa ia diam di saat Sam tengah kesulitan? "Di kantor polisi mana Sam ditahan?" tanya Nadira khawatir. Ia sengaja menarik kaus Bimo kencang-kencang. "Ish! Aku akan kirim alamatnya ke ponselmu!" pekik Bimo merasa terganggu. Selain merepotkan semua orang, Nadira nyaris tidak punya alasan untuk dipertahankan. "Nggak usah marah, napa!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN